Kiki Tersayang

KIKI…itulah panggilanku untuk kakekku tersayang H.Unus Suriawiria. Kiki selalu tegas dan disiplin itulah sifat Kiki yang selalu kuingat hingga sekarang.

Saat kami cucu-cucunya sedang berkumpul di Bandung ia selalu memanggil kita semua untuk mengambil cemilan-cemilan yang beliau simpan di kamarnya, lalu kami pun berlarian mengambil makanan itu.

Ia selalu mengalah tidur dikamar kerjanya untuk kita yang ingin tidur dikamarnya, malahan beliau yang selalu menyuruh kami tidur dikamarnya bersama ninin.

Saat bulan puasa Kiki sering memberi kami uang untuk membeli makanan untuk buka, dan ketika sedang menunggu buka puasa ia selalu duduk di sudut kursi, ketika ada yang duduk disitu saat menunggu buka Kiki selalu berkataa “jangan duduk disitu,itu tempat Kiki!” Itulah yang aku rindukan saat bulan puasa.

Ada lagi yang selalu aku ingat tentang Kiki yaitu kata-kata yang selalu beliau katakana ketika aku ulang tahun,yaitu “Sing-cageur-bageur-pinter-jeung gede milik

Beliau juga selalu menyuruh kami untuk mandi sebelum makan pagi, ia sangat tegas dan disiplin.
Aku begitu kagum melihat koleksi-koleksi bukunya yang banyak di kamar nya, ia juga suka menunjukan foto hewan-hewan dan tumbuhan yang ia punya, ia selalu memberi kami ilmu baru saat berada di Bandung. Beliau sering memberi kami kertas dan spidol , karena ia tahu bahwa aku dan kakakku gemar menggambar. Semua itu sangat aku rindukan saat ini.

Aku sangat sedih ketika mendengar kabar dari Bandung bahwa Kiki sedang sakit,apalagi saat Kiki dikabarkan dirawat di rumah sakit. Sehari sebelum Kiki meninggal aku, kakakku, dan Ayah di panggil untuk pergi ke Bandung karena keadaannya semakin kritis, tetapi malam itu hanya aku dan Ayah yang pergi. Besok paginya aku dibangunkan dan diberitahu bahwa Kiki telah meninggal dunia, aku pun segera ganti baju dan menelefon mamaku yang ada di RS tempat Kiki dirawat. Beberapa saat kemudian aku mendengar suara ambulans, ternyata Mamaku, Ninin dan yang lain sampai di rumah, akupun segera memeluk Mama dan menangis.

Beberapa hari setelah Alm meninggal kami berjiarah kemakam Alm.  Saat sedang berdoa aku merasa Kiki berada di dekat ku, lalu aku memberi tahu Mamaku lalu Ayah berkata “Kiki memang ada di dekatmu, yaitu di hatimu “

Kiki…. aku selalu mengingat dan mengenang amanat dan ilmu-ilmu yang telah kau berikan untukku,.


“Aku Sayang KIKI !! “

-Adanthi Maudy Adwitya Purnawarman-

Comments

Popular posts from this blog

Since He Was Gone